
Jadilah Pembelajar Seumur Hidup dan Teruslah Berusaha Memperbaiki Diri Setiap Hari


Ingin sekali menyusuri jalan protocol ibu kota ini bersama. Duduk manis dibelakangnya. Kemacetan ibu kota pun tak kan lagi menjemukan. Tapi aku masih mengejar bus kota. Berjejer bersama para pekerja, buruh kasar, ibu rumah tangga yang sibuk menenangkan anaknya yang menangis karena pengapnya bus kota, pelajar, mahasiswa. Semuanya masuk dalam kasta kaum proletar yang mengais sisa-sisa rupiah para konglomerat. Kadang duduk terkantuk-kantuk bersandar pada jendela yang berdebu tebal. Penat dengan kerasnya beban hidup megapolitan.

Awan telah tersingkap
Mimpi pun menjelma nyata
Wangi kemuning merasuk sukma
Melambungkan angan menuju singgasana raja
Telah terjawab segala tanya
Telah nyata rupa dan raga
Yang berdiri gagah di sana
Seorang pemuda sederhana namun bersahaja
Sholeh berakhlak mulia lagi rupawan
Bila sebutir pasir mempunyai makna dalam keberadaannya
Hidup manusia tentu mempunyai makna yang lebih besar lagi
menjadi bermakna dalam hidup berarti menjadikan hidup itu bermanfaat bagi yang lain
_pesan dari dinding yang setiap hari kulewati_
Oleh: Devi Wulandari
1335051068
Ini adalah tugas mata kuliah advokasi dengan dosen Bapak M. Arie Taboer Mpd.
Lembaga yang saya identifikasi adalah Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI). Saya menemui seorang staff PPCI yang bertugas dibawah divisi litbang bernama Bapak Jaka. PPCI dibentuk pada tanggal 11 Maret 1987. PPCI bersifat non partisipan dan terbuka bagi seluruh organisasi social penyandang cacat, organisasi social kecacatan, dan organisasi kemasyarakatan penyandang cacat tingkat nasional.
Berdasarkan penuturan Bapak Jaka, advokasi adalah proses pemenuhan hak melalui pendekatan seseorang atau sekelompok orang agar hak-haknya terpenuhi. Beliau memberi contoh, jika seseorang tidak memiliki tangan kanan atau kiri lalu hendak masuk rumah yang pegangan pintunya berbentuk bulat. Orang tersebut akan kesulitan untuk membuka pintu. Lalu ia meminta pada pemilik rumah untuk mengganti peganggan pintunya. Orang ini telah melakukan advokasi. Ia meminta haknya untuk bisa masuk ke rumah tersebut dipenuhi. Jadi, advokasi terjadi ketika seseorang yang berkebutuhan itu meminta haknya.
Setujukah kau jika aku berkata bahwa seorang ibu seharusnya mendapat banyak gelar. Double, double degree!!Akan kutunjukkan padamu bagaimana hebatnya seorang Ibu. MUMTAZ!!Tentu kau telah tahu bagaimana perjuangan ibu dari mulai menjagamu dalam rahimnya selama sembilan bulan?! Sungguh semua itu bukan perkara mudah. Bayangkanlah jika kau membawa beban berat lima kilo saja selama sembilan bulan? Sanggupkah?! Tapi ibu, ia sanggup!. Bahkan kau lebih berat dari sebuah benda berbobot lima kilogram. Karena kau memiliki nyawa yang akan ia jaga dengan sangat hati-hati. Belum lagi drama persalinan yang menjadi bagian paling mengagumkan. Ibu bertaruh nyawa. Ia bertaruh nyawa saat mengeluarkanmu dari rahimnya. Semua itu tentu tak asing lagi bagimu…

Mimpi apa ya semalam?. Tau-taunya dapat award
. seumur-umur belum pernah daet award. Kalau dapat julukan sih sering. Julukan yang aneh-aneh dari teman-teman. Award ini dipersembahkan oleh ukhty shogir Dalila Sadida. Entah ilham dari mana Dida bisa memberikan award ini pada saya. Apakah Dida mendapat wangsit atau bisikan-bisikan tertentu saya juga kurang faham. Mungkin perlu ditanyakan alasan memberikan award ini pada saya. Terlepas dari semua ke-unbeliveble-an saya, terimakasih buat Dida yang telah memberikan kepercayaan blog cupu ini untuk menyandang award. Mumpung evennya sesuai, tidak ada salahnya sedikit saya ceritakan perihal kelahiran blog ini.
Inilah kala rindu membiru
Menyusuri pantura
Dimalam sabtu yang syahdu
Menuju rumah indah di depan sawah
Naungan Bunda bersama adik-adik tercinta
Aku bukan mahasiswa UI atau STAN
Yang terkenal pintar-pintar
Tapi kau tetap bilang aku cerdas
Aku adalah smart solution
Ah, seperti trademark sebuah bimbel
Tapi kau tetap bilang aku cerdas
Karena aku selalu memberi solusi praktis bagi setiap masalahmu
Komentator