Siapa si anak jenius itu?. Namanya Ningsih Permana Sari. Ningsih adalah adik kelasku di SMAN 35. Kenapa kusebut ia jenius?. Ia sungguh pintar kawan. Memang tidak sembarang siswa bisa masuk ke SMAN 35 yang berstatus sekolah unggulan Jakarta Pusat sehingga bisa dipastikan mereka yang beruntung masuk kesana tidak bisa dikategorikan bodoh. Tapi ia memang menunjukkan bakat seorang intelektual. Saat aku masih tergopoh-gopoh menekan tombol-tombol kalkulator, Ningsih telah menyelesaikan hitungannya. Saat aku membutuhkan waktu beberapa hari untuk menghafal satu bab pada kitab Jurumiyah, Ningsih hanya perlu waktu beberapa jam saja.
Ningsih juga murid kesayangan Bapak Michael Purba. Beliau adalah guru kimia sekaligus penulis buku ajar Kimia terbitan Erlangga. Silahkan membuka kembali buku pelajaran kimia kalian. Ningsih sering diberi buku secara Cuma-Cuma oleh beliau. Ningsih juga selalu ditunggu oleh adik-adik kelasnya jika mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakan pekerjaan rumah.
Ningsih adalah satu legend di sekolah kami. Ah, nampaknya SMAN 35 memang banyak melahirkan legend ya?. Selain karena kejeniusannya, ia juga mengukir sejarah dengan membuat ’kasus’ yang cukup heboh di sekolah. Ah, anak muda…. Boleh dibilang tidak ada guru yang tidak kenal Ningsih. Si anak jenius yang suka menebar sensasi, mungkin tepat disebut begitu.
Hubunganku dengan Ningsih meski tidak sering berinteraksi tapi cukup meninggalkan kesan. Dulu aku pernah diserahi tugas ’mengurusi’ Ningsih karena alumni yang lain tidak memahami perilaku ’aneh’nya. Perilaku aneh khas anak yang terlalu pintar menurutku. Ya, ternyata kejeniusan itu berkorelasi dengan keanehan. Kemudian saat aku mendapat pekerjaan sambilan di sebuah toko buku islami, ia sering menemani. Karena khawatir kalau ada ikhwan belanja sendirian, pengelola toko itu memintaku membawa teman. Kami menjaga toko bersama, makan siang sebungkus bersama, sholat bersama. Ningsih dan aku sama-sama tukang makan. Hanya bedanya Ningsih lebih sering mentraktir aku. Berhubung kondisi karier, keuangan, dan asmaranya (lho, asmara masuk juga ya?) lebih baik dari aku, jadi ia lebih sering membawa aneka makanan dalam acara-acara kami. Dan aku tidak perlu meminta ijin untuk mengambil makanannya karena ia sudah sangat paham tabiat kakaknya ini.
Aku membayangkan si anak jenius ini kelak akan berada di laboratorium-laboratorium dalam rangka melakukan suatu penelitian yang berguna bagi kemaslahatan umat. Atau berada di fakultas kedokteran paling bergengsi di negeri ini dan menjadi salah satu kandidat dokter spesial yang cerdas. Atau berlaga di arena perlombaan karya ilmiah mahasiswa. Tapi anak jenius itu tidak melanjutkan studinya. Ia mendapatkan PMDK Farmasi UGM tapi tidak diambil dengan alasan safar. Seleksi masuk yang lain tidak berhasil ditembusnya. Alloh menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik. Ya, Ningsih akan segera menikah. Sudah sejak seminggu yang lalu kudengar kabar ini. Meski tak tahu awal prosesnya tapi aku sempat melalui saat-saat Ningsih menghadapi sindroma pra nikah yaitu keraguan. Alhamdulillah semua telah dilewati. Sore tadi Ningsih menyebar undangan saat kami sedang belajar bahasa arab di Masjid Al-Ikhlas. Pernikahan insya Alloh akan dilaksanakan tanggal 13 Desember 2008 di Masjid Al Istiqomah Gang Mess Tanah Abang. Undangan ini cukup membuat panas para ikhwan. Terutama pengajarnya mungkin (he..he..piss rul..).
Lantas siapakah ikhwan yang beruntung (beruntung gak ya? :p ). Dia adalah Muhammad Bahron. Pemuda tampan (katanya, berhubung saya juga belum pernah melihat). Berusia dua puluh dua tahun. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang sosoknya karena saya memang tidak mengenalnya. Tapi jumhur ikhwah yang saya kenal sepakat kalau ia memang pemuda yang rupawan. Begitu pula dengan akhlaknya. Jadi hiperbolisnya: akhlaknya seindah wajahnya.
Saat belajar bahasa arab sore tadi, kami bercanda. Bercandaan khas kami berdua. Iseng. Aku menasehati Ningsih.
“Jadi istri yang sholehah ya Ningsih..”
“Iya, kak, kak devi juga jadi suami yang sholeh ya..”
Ah, Ningsih tetaplah Ningsih sampai kapan pun.
“Aku cinta kak devi.”
“Aku juga cinta Ningsih”
“Alhamdulillah cintaku terbalas.”
Ah, indahnya.
”Uhibbuki fillah,” kataku
”Ahabbakalladzi ahbabtanillaha,” ia bersorak riang.
Puding coklat yang dibawanya sudah tandas, ia menanyakan Sabtu esok hendak dibawakan apa. Ia menawarkan spageti. Aku merequest pizza.
”Ningsih gak punya offen kak..”
”Beli aja gak usah bikin..”
”Ye…”
Tapi sepertinya esok ia berencana membawa brownies. Hmm..i’m lovin it!.
Saat sedang menunggu bus sepulang bahasa Arab, Ningsih berkata “ntar aku gak nunggu bus lagi kayak kalian. Aku dijemput suamiku donk..” Hu..dasar!. Tapi yang paling ngeselin, kenapa undangannya harus warna biru??. Baju pengantinnya warna biru juga lagi!!. Sebel!. Tapi, apapun itu lantunan doa untuk mereka tetap terucap dariku “Barokallahulaka wabaroka ‘alaika wajama’a bainakuma fii khoir”








Hehehehe, ana juga sempet liat undangannya lho, biru gt tp sumpah kecil bgt …
Ningsih mantan teman sekelas di kelas arab-ku, hahaha, kini akan menikah (pokoknya 2 minggu lagi perut harus kenyang, ^^ pizz ningsih, cuma bercanda). Walau ana g pernah kenalan ma ningsih secara resmi, tapiiii, ana uhibbuki fi thariiqid da’wah yaa ukhti … BArokallahulaka wa barokallahu alaika wajama’a baynakuma fii khairii
btw, mang devi ikut kelas arab jg y? d kelas baru? hahaha, berarti ana kakak kelasnya devi dunk, horay, horay !!!
ada 1 pertanyaan lagi …. kapan y saatnya kita buat menikah, hekz hekz hekz, let’s see. I hope not too long …
wah…..
mas ganteng mbahmuda menikah….
“Barokallahulaka wa barokallahu alaika wajama’a baynakuma fii khairii”
Wah banyak PR nih.. salah satunya menikah..
catet dulu di “to do list” biar ga lupa nikah hehe..
dv, lebar marlebay amat artikelnyah..
komen apalagi yah…??
hadoh.. berhubung ;avar berat, ya udahlah segini ajah.
cukup sekian dan terimakasih. hehehe
oia,
wassalaamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatuh..
nb:
dv, jgn lupa hafalan i’rob rofa’ en nashob. plus khofadh en jazm buat pekan depan.. huehuehue
‘afwan ralat di kalimat pertamanya: lebay marlebay.. (penting ga??) :p
kayaknya bakal kenyang lagi ni minggu depan..
trs minggu depannya juga..
wuih..makan gratis…
ningsih..ningsih…
assalamu’alaikum,
maaf numpang lewat…
oohh..ada yg mo nikah toh….^_^
ketinggalan baca tapi tentunya datang dongz hehe