Resah aku menanti pagi
Kenapa bintang tak jua pergi
Rembulan masih saja berdiri
Aku tengah menanti pagi
Sebuah aktualisasi diri
Hasil menguji nyali sendiri
Malam semaki pekat
Bintang-bintang telah lelah berpijar
Rembulan mulai penat bersinar
Semua bersiap-siap beranjak
Karena sang fajar hampir tiba
Â
Saatnya anak manusia berdiri
Menghadap ilahi
Panggilan muadzin segera dipenuhi
Pagi
Telah kembali
Kuhirup ranum udaranya hingga mengisi rongga dada
Kureguk sejuk embunnya hingga membasahi wajah
Aku menanti pagi
Saat burung gereja bercicit
Saat ibu kota mulai bangkit
Pagi
Aku menantimu sedari tadi
Ku ingin kau bawa ia kemari
Ku ingin kau pastikan ia disini
Pagi
Kuharap aku menemuinya bersama pagi
Tapi pagi
Malah membawanya pergi…
_Conclusion In The Morning Blue_
06 Dzulhijjah 1429
Pagi di pusat Ibu kota








bagus!
ayo buat lagi bu…
mmm…
pagi di kota beda dengan di desa
assalamu’alaikum ukhti…
kita berpagi-bagi itu
tiada lain karena karunia dan belaskasih Allah semata
ia merupakan nikmat yang wajib kita syukuri
gunakan setiap waktu pagimu 9selagi masih ada)..
untuk mengabdi kepada Allah…
wassalamu’alaikum