Halaman Arsip 2
Diterbitkan 4 Desember, 2008
aku
Tags: aku, kata, mereka, puisi
Katamu aku wanita cerdas.
Aku bukan mahasiswa UI atau STAN
Yang terkenal pintar-pintar
Tapi kau tetap bilang aku cerdas
Aku adalah smart solution
Ah, seperti trademark sebuah bimbel
Tapi kau tetap bilang aku cerdas
Karena aku selalu memberi solusi praktis bagi setiap masalahmu
Lanjutkan membaca ‘Kata Mereka’
Diterbitkan 4 Desember, 2008
aku
Tags: aku, pagi, puisi

Resah aku menanti pagi
Kenapa bintang tak jua pergi
Rembulan masih saja berdiri
Aku tengah menanti pagi
Sebuah aktualisasi diri
Hasil menguji nyali sendiri
Malam semaki pekat
Bintang-bintang telah lelah berpijar
Rembulan mulai penat bersinar
Semua bersiap-siap beranjak
Karena sang fajar hampir tiba
Saatnya anak manusia berdiri
Menghadap ilahi
Panggilan muadzin segera dipenuhi
Lanjutkan membaca ‘Pagi’
Diterbitkan 29 November, 2008
Pelajaran hidup , Uncategorized
Tags: cinta, puisi, rupa
Diterbitkan 29 November, 2008
pernikahan
Tags: dini, pernikahan
Siapa si anak jenius itu?. Namanya Ningsih Permana Sari. Ningsih adalah adik kelasku di SMAN 35. Kenapa kusebut ia jenius?. Ia sungguh pintar kawan. Memang tidak sembarang siswa bisa masuk ke SMAN 35 yang berstatus sekolah unggulan Jakarta Pusat sehingga bisa dipastikan mereka yang beruntung masuk kesana tidak bisa dikategorikan bodoh. Tapi ia memang menunjukkan bakat seorang intelektual. Saat aku masih tergopoh-gopoh menekan tombol-tombol kalkulator, Ningsih telah menyelesaikan hitungannya. Saat aku membutuhkan waktu beberapa hari untuk menghafal satu bab pada kitab Jurumiyah, Ningsih hanya perlu waktu beberapa jam saja.
Lanjutkan membaca ‘Si Anak Jenius Menikah’
Diterbitkan 28 November, 2008
pernikahan
Tags: dini, motivasi, pernikahan

Benarkah Allah menyukai pernikahan dini? Pernikahannya si Dini atau menikah dalam usia dini (muda)?. Tentu saja jawabannya adalah jawaban yang kedua. Tema ini memang sudah tidak asing, bahkan sempat membooming beberapa waktu yang lalu. Bukannya mau ikut-ikutan, hanya ingin sedikit mencurahkan isi hati dan memompa semangat pemuda yang belum menikah untuk segera merentas jalan menuju pernikahan. Lanjutkan membaca ‘Alloh Menyukai Pernikahan Dini?’
Diterbitkan 18 November, 2008
aku
Tags: aku, fakta
Diterbitkan 30 Oktober, 2008
kisah kasih di sekolah
Tags: batak, jawa, minang, suku
Gara-gara tempo hari chat sama sarie. Jadi keinget sama kenangan waku zaman SMA dulu. tidak ada hujan tidak ada gledek (ya eyaalaah biasanya kalo ada hujan baru ada gledek) tiba-tiba si sarie nanyain karakteristik cowok aceh.
Sarie : vi, cowok aceh itu kayak gmn seh, vi tau ga?
Devi: ga. Mang knp?
Sarie : gpp. Pengen tau aja.
Devi: kek bpknya icut (jawaban devi ngaco)
Sarie: jah, gak ada yang laen
Devi: kek Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro, Tengku Firmansyah & Tengku2 yg lain
(Jawaban devi makin ngaco)
Sarie: hahaha
Sarie: maksudnya sifat & karakteristik cowo aceh itu gmn?
Devi: gw pikir sifat & karakteristik itu ga bs digeneralisir
Sarie: iya tp kan biasanya ada satu daerah yg punya sifat & karakteristik yg jd trademark daerah itu.
Devi: mungkin liberal coz mrk kan pengen merdeka
Devi: or traumatik coz abis kena tsunami (jawaban devi dari awal ampe sini makin ngaco :p )
Nah, ceritanya (tapi ini nyata sih) waktu SMA aku punya teman laki-laki yang berdarah minang. Karena tahu aku orang jawa dia memanggilku dengan sebutan ”Jawa”. Padahal logatku sama sekali tidak medhok. Apalagi tindak tandukku. Wah jauh sekali dari gadis Jawa yang mungkin sering digambarkan kalem, lemah gemulai, dengan intonasi bicara yang lambat. Pokoknya jauh bangetlah!. Seperti langit dan sumur artesis!. Jauh banget!. Jika pertemanan kita dipresentasekan, maka dari 100% pertemanan hanya 20% dia memanggil namaku dengan baik dan benar. Menyebalkan!. Tentu saja aku tidak mau kalah. Aku balas memanggilnya dengan sebutan nasi awak!
Lanjutkan membaca ‘Memangnya Suku Kamu Yang Paling Bagus??’
Diterbitkan 12 Oktober, 2008
aku
Tags: biru, ikan, puisi

Ikan kecil biru
berenang-renang di celah karang
kadang rebah di atas pasir hitam
kadang mengapung di atas buih putih
kadang tersenyum diantara riak
kadang merenung di sisa ombak
Lanjutkan membaca ‘Ikan Kecil Biru’
Diterbitkan 9 September, 2008
charge iman
Tags: amal, ilmu, iman

Setelah menuntut ilmu, seseorang dituntut untuk mengamalkan ilmunya. Ilmu dicari bukan karena ilmu itu sendiri tapi karena hal lain, yaitu pengamalannya. Maka setiap ilmu agama dicari hanya karena ia sebagai perantara bagi amal, yakni beribadah kepada Alloh Ta’ala. Ilmu bukanlah tujuan akhir yang dicari, tetapi ia hanyalah perantara menuju pengamalan. Segala macam keutamaan ilmu hanya berlaku jika ilmu diamalkan. Seorang yang berilmu namun tidak mengamalkan ilmunya maka ilmu itu akan menjadi bencana, kerugian, dan penyesalan bagi dirinya.
Itulah kutipan paragraph yang kuambil dari proposal dauroh muslimah yang sedianya akan diadakan oleh FSI Al-Kautsar Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Namun Qodarulloh karena satu dan lain hal, dauroh tersebut urung dilaksanakan. Dan diganti dengan tabligh akbar khusus muslimah dengan tema ”Wanita antara ilmu dan amal” dengan pembicara ust Sulam. Alhamdulillah telah sukses diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus 2008.
Masih teringat pertanyaan seorang kawan yang sama-sama berjuang di kampus hijau. Saat tahu akan ada tabligh akbar khusus muslimah, ia bertanya perihal temanya.
Lanjutkan membaca ‘Antara Ilmu dan Amal’
Diterbitkan 30 Agustus, 2008
charge iman
Tags: amal, iman, rosul, sahabat
PARA SAHABAT…
Iman merasuk
Ke dalam lubuk hati dan sumsumnya
Mengalir…
Dalam aliran ruh dan darahnya
Meluap…
Dalam akal dan hatinya
Aroma iman
Kebaikan
Keyakinan
Kesabaran
Dan keberanian menyeruak
Lanjutkan membaca ‘Sahabat Vs Kita’
« Halaman Sebelumnya — Halaman Berikutnya »
Komentator