And The Story Goes…


Suatu malam, saat bulan purnama mempercantik langit. Di pertengahan bulan Juli tahun 1987. Di sebuah rumah, nampak seorang perempuan muda berkeringat menahan perih di perutnya. Perempuan satu lagi, yang berusia jauh lebih tua merasa mungkin inilah saat yang dinanti. Perempuan itu dengan tergopoh-gopoh segera keluar rumah untuk mencari bantuan. Ia berpesan pada si perempuan muda agar tidak membukakan pintu jika yang suara yang terdengar bukanlah suara yang dikenal. Waktu itu tengah malam. Hampir sepertiga malam akhir. Perempuan paruh baya itu pergi mencari bantuan. Mencari seseorang yang mempunyai sepeda motor untuk mencari tenaga medis. Akhir tahun 80-an, sepeda motor masih merupakan barang mewah yang cukup langka di negeri ini.

Tak lama kemudian perempuan paruh baya itu datang bersama seorang perempuan. Ia seorang bidan. Bidan desa beragama Nashrani. Ia datang untuk membantu perempuan muda nan lugu itu menghadapi saat-saat persalinan pertamanya. Saat bertarung melawan maut. Menghentakkan seluruh tenaga yang tersisa. Memasrahkan diri pada kehendak-Nya. Meregang nyawa dengan rasa sakit yang begitu hebat. Sayup-sayup terdengar suara muadzin mengumandangkan adzan subuh. Allahu Akbar!!Selang beberapa saat setelah muadzin selesai mengumandangkan adzan, bayi perempuan itu lahir. Keluar dari rahim perempuan muda nan lugu yang tegar. Tangisnya membahana. Membangunkan seluruh penghuni rumah. Mengguncang alam pagi yang masih elok. Ia terlahir sempurna. Dengan panjang sekitar 50 cm dan berat kurang lebih 3 kg. Ia bayi yang sehat. Dan ia begitu beruntung karena Alloh telah menyempurnakan fitrahnya dengan menitipkannya pada sebuah keluarga muslim. Inilah kesempurnaan yang hakiki. Matahari rela membagi sinarnya pada rembulan. Rembulan pun siap menerangi bumi kala malam mulai tampak. Dan kini bayi perempuan yang lahir ditemani cahaya rembulan dan kumandang adzan subuh itu siap menjalani takdir selanjutnya.

Perempuan muda nan lugu itu memberi nama bayi manisnya ”Devi Wulandari”. Tak ada filosofi yang hebat dibalik nama itu. Pun ia tak tahu pasti apa artinya. Cukuplah nama itu mudah disebut dan terdengar enak di telinga sebagai alasan. Sebuah pemikiran yang sederhana.

Enam belas tahun kemudian cahaya itu kembali datang. Kembali menyempurnakan fitrah bayi manis yang kini telah tumbuh menjadi sesosok remaja metropolitan. Menyempurnakan fitrahnya sebagai muslimah. Bismillah, ia tutup auratnya. Ia sembunyikan segala perhiasan yang tampak. Kelak hanya akan ia perlihatkan pada orang yang berhak. Orang yang telah ditakdirkan Robbul Izzati menjadi kunci syurga baginya. Ia mulai hari-harinya menuju sebuah perubahan untuk menjadi lebih baik.

Kembali cahaya itu datang. Cahaya sunnah merambat melalui kerudung kecilnya. Merayap, merasuk perlahan tapi pasti menuju relung hatinya. Menimbulkan efek yang hangat dan nyaman. Menghanyutkan dan membuatnya merasa begitu dahaga. Dahaga akan ilmu, pemahaman yang benar, dan jawaban yang bermakna dari setiap pertanyaan yang meloncat dari rasa penasarannya akan kebenaran.

Ia masih berada di jalan itu. Tidak, ia tidak sendiri. Ia berjalan bersama kawan-kawan seperjuangan. Ikhwah fillah. Mereguk dan menyantap hidangan ilmu bersama-sama. Mencoba tetap bertahan sambil menggigit sunnah kuat-kuat dengan gigi gerahamnya. Mencoba memadamkan bara api dengan tetap menggenggamnya erat. Saling mengingatkan, itu suatu keniscayaan. Agar tetap istiqomah.

Ia bersyukur telah merasakan cahaya hidayah itu saat masih berlabel putih abu-abu. Karena ia sadar, kelak jika ia telah menanggalkan busana putih abu-abunya. Ia akan menghadapi dunia yang sebenarnya. Bukan hanya dunia hitam putih yang selama ini dilihatnya. Tidak. Diluar sana adalah dunia penuh warna. Jika kau belum punya warna atau tak mampu mempertahankan warnamu maka kau akan terwarnai. Kini ia masih menimba ilmu di satu-satunya Universitas Negeri di Jakarta. Mencoba mencari ilmu yang bermanfaat untuk diri sendiri, keluarga dan insya Alloh kelak untuk umat. Setelah melalui berbagai macam pertimbangan, ia memilih jurusan ”pendidikan luar biasa/ pendidikan khusus” (special education). Sebuah pilihan yang mencengangkan banyak pihak. Orang tua (yang insya Alloh selalu mendukung pilihan anaknya), guru-guru (kau dapat memilih jurusan yang lebih baik nak!—mungkin itu pikiran yang melintas dalam benak mereka), dan teman-teman. Apa pun itu, ia justru merasa beruntung berada di dunia PLB. Sungguh, janji Alloh memang benar. Tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah pada manusia kemudian meminta pilihan pada-Nya. Orang merasa begitu beruntung ketika mendapatkan apa yang dibutuhkan walaupun itu bukan sesuatu yang diinginkan. Tapi ia merasa jauh lebih beruntung karena ia mendapatkan apa yang ia inginkan dan apa yang ia butuhkan!.

3 Responses to “And The Story Goes…”


  1. 1 anshori 25 Juli, 2008 pukul 9:19 am

    Sebuah pilihan yang berkah…insyaAllah.
    Karena sebuah pemahaman yang benar diawali dengan pendidikan yang benar…
    dan seorang pendidik-lah yang, insyaAllah, menjadi perantara untuk dapat mentransfer pemahaman yang benar, untuk memahami warna warni hidup, dan untuk memahami serta tunduk pada ‘rahasia langit’NYA…
    sEMOGA Allah menetapkan hati ini dalam agamaNya, dan melindungi hati ini dari fitnah kehidupan dan kematian.

    amiiin,,,semoga saya bisa menjadi guru yang baik pak..

  2. 2 muza 8 Agustus, 2008 pukul 12:36 pm

    semoga kita tetap istiqomah di jalan yang haq ini..aamiin y rabbal ‘alamin

    salam ukhuwwah
    muza

    iya ukhty…semoga…coz istiqomah is not easy!!:(

  3. 3 bayex 19 Februari, 2009 pukul 12:49 pm

    mmmm klo bleh tau… numpang nanya neh… wulan yg ini masih sodara ama wulan guritno yayang gw itukah?? hehehehe….🙂

    sodara seimanlah..😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pengunjung Kelas

  • 9,581

Pelajaran Favorit

Arsip Kelas

Kategori


ayo pake jilbabnya

Portalnya Keluarga Bahagia

Jadwal Kajian Salaf

blog-nya musafir kecil



"Indonesians’

%d blogger menyukai ini: