Anak Kecil Saja Tahu Malu

Suatu ketika adikku (lahir tahun 2003, hitung sendiri umurnya) kuajak ke tempat kajian dekat rumah, tanpa ibu. Ibu mendandaninya lengkap dengan jilbab kecilnya. Aku menawarkannya untuk membuka jilbabnya. Ia menolak. Malu katanya. Sekali lagi kutawarkan untuk membuka jilbab, ia tetap menolak dengan alasan yang sama. Aku sampai menekankan kalau tidak apa jika ia ingin membuka jilbab karena aku khawatir kalau ia kegerahan. Tapi ia tetap menolak. Selesailah kajian. Kami pun pulang. Setelah masuk gerbang, ia berlari ke dalam dan langusng membuka jilbabnya dengan ekspresi lega seperti orang yang lega setelah buang hajat. Aku jadi tertawa geli. Rupanya butuh perjuangan mempertahankan jilbab kecilnya itu. Padahal ia masih kecil. Seharusnya wanita-wanita yang tidak berjilbab malu padanya.

”Mba, pakai kudung. Ada laki-laki, temannya Mas.” Katanya suatu ketika saat aku duduk di ruang tengah rumahku. Aku langsung berlari ke kamar mengambil jilbabku. Dua orang teman adikku tidak masuk ke dalam. Mereka hanya ngobrol di ruang tamu. Saat itu adik kecilku tengah memakai busana muslim karena dia baru pulang dari bepergian bersama Bapak. Dia belum mengganti bajunya. Ibu dan adikku yang nomor dua menyuruhnya membuka kerudung kecilnya karena telah melihat peluh di dahinya. Ia nampak kegerahan. Tapi ia tidak mau. Malu katanya. Sampai teman-teman adikku pergi, barulah ia mau melepas kerudungnya.

Ia sering memperhatikanku dengan ekspresi penuh tanya. Saat aku tiba-tiba masuk ke kamar karena ada tamu, saat aku panik mencari jilbab karena ada tamu laki-laki. Aku menjawab tatapannya dengan mengatakan bahwa aku malu karena ada laki-laki. Sejak saat itu, setiap kali dia melihat aksi sigapku menjemput jilbab atau berlari ke kamar, ia pasti langsung bertanya ”Malu ya?”.

Anak kecil saja tahu malu. Padahal kewajiban menutup aurat belum jatuh padanya. Lalu kenapa justru wanita dewasa banyak yang GTML (Gak Tahu MaLu) dengan mengumbar auratnya?. Memakai baju tidur ke kampus?!. Memakai kaos yang seharusnya dipakai anak kelas 3 SD?!. Apakah semakin dewasa justru kita semakin kehilangan rasa malu?!.

2 Responses to “Anak Kecil Saja Tahu Malu”


  1. 1 musafir kecil 25 Juli, 2008 pukul 4:51 pm

    okeih…..
    tulisannya sudah semakin mantap…..
    sekarang saatnya cari pembaca setia….
    hihi….
    kalo saya dibutuhkan untuk menata dekorasi kelas ini….
    silahkan saja hubungi saya….

    Aduh jd malu niy di komentarin ma suhu sendiri :p. ahlan wa sahlan suhu. siipp..pasti kita kolinggg. siap2 aja direpotin:P

  2. 2 hyorinmaru 1 Januari, 2009 pukul 10:42 pm

    Nice post, Sister..
    Keep good work🙂

    Thank you, brother..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pengunjung Kelas

  • 9,581

Pelajaran Favorit

Arsip Kelas

Kategori


ayo pake jilbabnya

Portalnya Keluarga Bahagia

Jadwal Kajian Salaf

blog-nya musafir kecil



"Indonesians’

%d blogger menyukai ini: