Hanya Kepada-Mu aku meminta

“Logika?!. Dimana logika ketika Nabi Yunus berada di dalam perut ikan Hiu?. Berada dalam tiga kegelapan. Lantas Alloh menumbuhkan semacam pohon labu dalam perut ikan hiu itu. Dari situlah Nabi Yunus bertahan hidup sampai empat puluh hari. Coba apa yang diucapkan. Laa ilaaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzolimiin. Hanya itu Vi, hanya itu…!
”Apa yang tidak mungkin buat Alloh jika ia berkehendak?!” 
  

Ia, ukhty diujung telepon sana tidak sedang menasehatiku. Tidak pula sedang mendengarkan keluh kesahku. Apalagi menyemangatiku dari keterpurukan. Tidak. Ia sedang menasehati dirinya sendiri. Menyemangati dirinya sendiri dari keterpurukan. Dan aku hanya mencoba menjadi pendengar yang baik berbekal CDMA seribu sejam ini.

Jujur, aku bersimpati padanya. Ia akhwat yang luar biasa. Memegang kuat hujjah, bersemangat, dengan ghiroh dakwah yang membuncah. Ia telah melewati banyak hal. Melewati saat-saat terhoror dalam hidup seorang wanita. Dan ia telah melewati semuanya dengan ketegaran. Saat ini pun situasinya masih sulit. Aku tak bisa memberi banyak solusi. Tapi jelas, kisahnya mampu menjadi penyulut dalam hidupku. Pun semangatnya telah memberi nafas pada jiwa dakwahku yang sedang mati suri. Jiwa dakwah yang terluka dan merasa tak lagi punya celah tuk bergerak. Tapi ternyata selalu ada ruang. Ruang jiwa untuk bergerak. Maka kini aku telah siuman, mencoba mengobati luka kemarin, mencharge baterai dakwahku, dan bergerak ke medan dakwah kembali.

Biarlah, kupinjamkan telingaku untuk menampung keluh kesahnya. Rasanya ingin sekali aku memberi solusi. Tapi situasinya sungguh sulit. Sebetulnya aku punya solusi. Sebuah solusi basi!. Tentu takkan ada gunanya aku utarakan. Jadi biarlah malam terus bergulir dan celotehnya tetap kudengarkan. Sungguh, aku amat bersimpati padanya.

”Aku gak minta pada anti kok. Aku minta pada Alloh. Dzat yang Maha Pemberi!. Kalau Alloh mau kasih anti mau bilang apa?.” Ia tengah menceritakan kekesalannya ketika seorang akhwat meremehkan keinginannya.

”Apakah keinginanku bisa terwujud Vi?.” Ia bertanya.

”Seperti kataku Mba, apakah keinginanmu terwujud atau tidak. Tentu Wallohu’alam.” Jawabku.

”Iya, itu rahasia Alloh.” Sambungnya.

”Tapi yang jelas, Do’amu gak akan sia-sia Mba. Kau tentu masih ingat hadits yang menyebutkan jika do’a kita tidak dikabulkan, akan ada kompensasinya.” Sambungku.

”Iya. Akan disimpan di syurga, diganti dengan kebaikan yang sama, dijauhkan dari keburukan yang setimpal dengan do’aku.” Katanya.

”Iya. Jadi tenang saja, Alloh gak akan menyia-nyiakan do’a hambanya.” Lanjutku.

Ini yang semakin membuatku kagum. Ia selalu yakin pada setiap ketetapan-Nya. ia tak pernah bosan meminta pada-Nya. Baginya, segala keinginannya yang terkesan mustahil dan tidak realistis di mata manusia sangatlah mudah bagi Alloh. Hanya kepada-Nyalah ia mengadu. Menceritakan setiap keinginannya, menceritakan kegelisahan hatinya, membuang sesak di dadanya. Ia menceritakan segalanya pada Alloh. Segala hal yang tidak bisa ia ceritakan pada manusia. Biarlah Alloh saja yang tahu. Biarlah Alloh saja yang memahaminya. Biarlah, terserah dunia hendak berkata apa. Toh, ia tak pernah meminta pada dunia. Ia hanya meminta pada-Nya. Meminta pada Dzat yang tak pernah menyia-nyiakan jika diminta. Meskipun ia tidak mendapatkan keinginannya hingga Izroil datang, ia tetap rela. Sungguh!. Asalkan ia diwafatkan dalam keadaan istiqomah.

Ya Ukhty, tetaplah meminta pada-Nya. karena do’amu sungguh tak kan sia-sia. Insya Alloh. Garis takdir akan tetap berjalan. Dan aku akan menjadi saksi atas keagungan-Nya Insya Alloh. Selama itu, tetaplah berceloteh padaku. Tularkanlah semangatmu, hembuskanlah kekuatanmu dalam memegang hujjah agar aku menjadi hamba yang takwa sebagai bekal perjalananku menghabiskan sisa usiaku.

0 Responses to “Hanya Kepada-Mu aku meminta”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pengunjung Kelas

  • 9,581

Pelajaran Favorit

Arsip Kelas

Kategori


ayo pake jilbabnya

Portalnya Keluarga Bahagia

Jadwal Kajian Salaf

blog-nya musafir kecil



"Indonesians’

%d blogger menyukai ini: