Sahabat Vs Kita

 

PARA SAHABAT…

Iman merasuk

Ke dalam lubuk hati dan sumsumnya

Mengalir…

Dalam aliran ruh dan darahnya

Meluap…

Dalam akal dan hatinya

Aroma iman

Kebaikan

Keyakinan

Kesabaran

Dan keberanian menyeruak

Perbuatan dan perilakunya

Mencengangkan akal

Dan sejarah akhlak manusia

Tumbuh bermacam-macam rasa takut

Pada Robb-Nya

Menyertai Nabi sebanyak 27 kali peperangan

Dalam waktu 10 tahun

Keluar menghadapi musuh

Lebih dari 100 kali

Urusan dunia

Musibah yang menimpa anak-anak

Istri

Dan diri

Begitu ringan

Karena kualitas iman

Mereka telah masuk Islam

Dengan hati

Anggota badan

Dan jiwa mereka

Tidak menentang Rasul

Setelah jelas petunjuk

Tidak merasa berat

Dengan keputusan Rasul

Tidak meminta pilihan

Setelah Rasul memerintah

Atau melarang

Bagian setan telah keluar

Dari diri mereka

Begitupun bagian nafsu…

Mereka di dunia

Tapi hati-hati mereka di akhirat

Tidak susah karena musibah

Tidak sombong karena nikmat

Dan tidak sibuk karena miskin

Tidak menginginkan

Kesombongan di muka bumi

Dan dengan izin Alloh menjadilah mereka penunjuk jalan bagi kemanusiaan

Rasul menjadikan mereka sebagai pemimpin umat sesudahnya

KITA…

Iman…

Sekedar lipstik yang dijadikan perhiasan

Klaim kosong tanpa bukti

Sekedar taklid dant tradisi

Kita…

Telah terbius hingga hilang kesadaran

Dituntun oleh musuh-musuh menuju

Neraka Jahim

Diseret-seret oleh syahwat

Mengejar dunia

Hidup dan berjuang untuk dunia

Lalai dari akhirat

Lupa…atau pura-pura lupa!

Pada pengawasan Alloh

Kegelapan dan tumpukan harta dunia yang hina

Kita…

Sekedar berangan-angan dan bernyanyi

Dengan sejarah Islam dan kejayaan para pendahulu

Para pahlawan

Dan penunggang kuda yang gagah perkasa

Kita…

Menyerah

Pada tipu daya musuh

Jebakan setan dan dorongan nafsu

Untuk cinta dunia

Santai

Malas

Hina dan syahwat

Sibuk dengan dunia yang rendah dan terlaknat!

Alangkah besar perhatian kita

Alangkah mendalam duka kita

Alangkah bagus upaya kita

Jika problemnya adalah rumah, mobil, gedung, atau profesi

Alangkah bakhilnya kita

Jika masalahnya adalah mencari ilmu, dakwah

Atau ihsan untuk mencari wajah Alloh

Kita…

Mementingkan dunia

Larut dalam permainan dan kesia-siaan

”La haula wala Quwwata Illabillah. Kita mohon pertolongan Alloh dari sikap mengutamakan yang fana (binasa) di atas yang baka (kekal)”

_terinspirasi, mengutip, menambah, dan mengurangi dari buku ’Idza Shahhal Iman’ (edisi Indonesia: Dahsyatnya Energi Iman) karya Abdulloh bin Fahd As-Sallum_

1 Response to “Sahabat Vs Kita”


  1. 1 muhammad 19 Oktober, 2008 pukul 9:43 pm

    siapa kita di antara para shahabat???

    buat sy pribadi, msh jauuuuuuhhhh.tp kita hrs sll berusaha & berdoa agar minimal bs mendekati amalan mereka.

    kita yg msh terlena dgn kehidupan dunia, smntara para shahabat mengganggap dunia ini hanyalah persinggahan sementara.

    YA ALLOH, berikanlah kami hidayah & sikap istiqomah di atas manhajMU yang haq ini. amin

    sama pak muhammad, saya jg msh jauuuhh..(perasaan pengennya mendekat tp kenapa malah makin menjauh yak??) musti instropeksi diri niy pak🙂. saling mengingatkan aja ya pak.

    makasih dah mampir disela2 sibuknya mencari ma’isya :p


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pengunjung Kelas

  • 9,581

Pelajaran Favorit

Arsip Kelas

Kategori


ayo pake jilbabnya

Portalnya Keluarga Bahagia

Jadwal Kajian Salaf

blog-nya musafir kecil



"Indonesians’

%d blogger menyukai ini: