Kata Mereka

 

mulutKatamu aku wanita cerdas.

Aku bukan mahasiswa UI atau STAN

Yang terkenal pintar-pintar

Tapi kau tetap bilang aku cerdas

Aku adalah smart solution

Ah, seperti trademark sebuah bimbel

Tapi kau tetap bilang aku cerdas

Karena aku selalu memberi solusi praktis bagi setiap masalahmu

Katanya aku wanita berhati besar

Ia begitu bangga bisa mengenal akhwat sekaliber aku

Entah sekaliber apa aku ini?

Tapi ia tetap bangga

Mumtazah

Wanita yang luar biasa

Dan ia berkata tak kan pernah melupakan saat-saat mengenalku

Selamanya

Aku bertanya pada Huwa

Adakah ia kecewa?

Tak ada yang perlu dikecewakan katanya

Tak ada guna

Sanjung puja

Jika mereka tetap pergi

Dan meninggalkan diri ini di lorong sunyi

Bersama panah-panah kesepian yang menyabik hati

Huwa mengingatkan tentang kisah Ummu Salamah

Yang mendapat ganti orang mulia sepeninggal Abu Salamah

Orang termulia

Muhammad Sholallahu ’Alaihi wasallam

Adakah aku sepadan Ummu Salamah?

Hingga layak bersanding dengan Rasul-Nya?

Aku hanya hamba-Nya yang penuh alpa

Makan dari rizki-Nya

Menanggung besan maksiat dan dosa

Dan menunggu malaikat maut menyapa

Namun sebelum kembali pada-Nya

Ingin aku mendapat gelar istri sholehah…

_Hari, Bulan, dan Tanggal yang sama, pagi pun masih tetap biru_

3 Responses to “Kata Mereka”


  1. 1 ibnu rusli 9 Desember, 2008 pukul 6:06 pm

    “Katamu aku wanita cerdas.

    Aku bukan mahasiswa UI atau STAN

    Yang terkenal pintar-pintar

    Tapi kau tetap bilang aku cerdas”

    Masa sih??????
    Kalo aye menganggap bahwa setiap manusia dilahirkan dengan kecerdasan masing-msing. Tak ‘adil kupikir kalau Allah menciptakan manusia tanpa kepintaran?
    Thanks dah berkunjung……

    betul akh, setiap orang berpotensi menjadi pintar. Hanya saja kalau dibanding mahasiswa UI atau STAN sepertinya saya masih kalah pintar ^_^

  2. 2 Nu 13 Desember, 2008 pukul 9:23 am

    haiah…kunjungan balik bu…😉 hemm cerdas daLam hal apa dulu..kalo soal makan kayakna sama ….:mrgreen: btw, tiap orang punya metode sendiri2…kalo udah nemuin metode yang tepat…wuuzzzz… (nabrak gedung…)

    hati-hati akh,dijakarta banyak gedung lho! :d

  3. 3 bayu200687 17 Desember, 2008 pukul 11:26 am

    wah, ternyata mahasiswa STAN dianggap ceerdas yakz?
    padahal tiap hari maen futsal. belajar cm klo mo ujian. kyahahahaha

    tuh, hebat kan ga belajar aja juara. Kalo saya udah jungkir balik belajar tetap aja ga bisa hi..hi..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pengunjung Kelas

  • 9,581

Pelajaran Favorit

Arsip Kelas

Kategori


ayo pake jilbabnya

Portalnya Keluarga Bahagia

Jadwal Kajian Salaf

blog-nya musafir kecil



"Indonesians’

%d blogger menyukai ini: