Kibaran Jilbabmu Menggetarkan Hatiku

   


Ukhty,

Ini bukan salahmu

Sungguh…


Syukurku pada-Nya

Jilbabmu telah sempurna

Tak ada cela tentangnya


Ukhty,

Begitu banyak hawa di sekitarku

Mereka adalah bukti kebenaran sabda Rasul kita

Merekalah kaum yang belum perna

h dilihat Rasul kita

Mereka ada di sekitarku

Berpakaian tapi telanjang!

Tapi ukhty…

Mereka bukanlah apa-apa bagiku

Beribu jenis spesies dari mereka

Tak kan membuatku terpana

Tidak sekejap mata pun!

Tapi kau ukhty,

Kau begitu bercahaya

Dari tengah kerumunan orang pun

Aku tahu ada kau

Pertama cahayamu

Lalu terlihatlah ujung jilbabmu

Berkibar

Indah sekali…

Ukhty…

Jantungku berdetak cepat!

Mengetuk-ngetuk dadaku seakan ia hendak keluar

Apakah kau mendengar detaknya?

Ah, tentu tidak

Karena kau jauh

Tidak!

Kau tidak perlu mendekat!

Kibaran jilbabmu saja membuat hatiku bergetar

Apalagi jika kau mendekat

Dan wajahmu terlihat

Tidak…

Bisa pingsan aku dibuatnya!

Ya ukhty,

Begitulah…

Wanita-wanita itu tak mampu menggetarkan hatiku

Meski mereka berlenggak-lenggok menggodaku

Karena aku tahu

Kebahagiaan sejati

Hanya akan ku dapatkan

Bersama wanita berilmu sepertimu…

Seperti kawan-kawanmu…

Karena kalian

Adalah wanita-wanita berilmu

Selalu berlomba dalam kebaikan

Meski dunia mengabaikan…

Sementara aku hanyalah pecundang

Pria malang yang hanya mampu menghindar

Menjauh…

Pergi dari pesonamu…

Bukan ukhty,

Bukan salahmu aku pergi…

Tapi karena aku belum pantas untukmu

Dan belum mampu 

membahagiakanmu

Belum mampu membawamu terbang ke bulan

Atau sekedar memetik bintang

Belum mampu menjemputmu dengan kereta kuda

Apalagi avanza…

Jangankan gubuk derita

Tenda pun aku tak punya…

Maka lebih baik aku menghindar

Dan biarkan jilbabmu tetap berkibar…


Inspirasi di pagi hari, teringat curhatan seorang teman

Masih di Pejompongan

8 Responses to “Jam Kosong”


  1. 1 Rizki Aji 30 Juli, 2008 pukul 8:56 am

    ya…ya…ya, saya tahu siapa yang punya rumah mini ini..

    iya si browniez maniez alias mumtazah alias devi wulandari mahasiswi paling keren se Universitas Negeri Jakarta😛

  2. 2 dui 24 Agustus, 2008 pukul 9:10 pm

    Gua sedih……

    lho, sedih kenapa toh?mungkin merasa ya??ups..

  3. 4 ldkfkui 7 Desember, 2008 pukul 12:02 am

    salam…..
    udah pd nikah belum nih kq ngomongin akhwat…??
    …jangan cuma bengong..udah datengin aja ke rumahnya..
    ikh1 yg baik dapet akhwat yg baik…percaya ga?
    tapi kudu di inget yah..kalo emang kita pengen ngedapetin yg baik…MUSTI KITANYA BAIK DULU…s7 ga
    bertandang ya ke rumah kami….
    jzakallah kk

    setuju!karena jodoh itu cermin. Ok..segera meluncur

  4. 5 u know lah 18 Desember, 2008 pukul 1:09 pm

    jadi penasaran siapa yang nulis comment terpanjang di post ini,😀

    selamat jadi arwah penasaran deh!!

  5. 6 siapa lah 19 Februari, 2009 pukul 10:35 am

    Asslam, waa,, yang baca lebih deg2an Huff bikin ga enak hati juga bikin tambah bingung, hajuh padahal ga ngalamin gitu tapi kok kadang mikir lucu juga. Akhwat tegas ikhwan suka, akhwat lembut jadi penyakit hati,,, emang ya wanita itu fitnah seperti apapun wanita itu T-T,,,
    Wasslm

    yup, hati-hati dengan akhwat

  6. 7 basir 14 April, 2009 pukul 3:58 am

    bagus ini tuk adikku….thanks article

    adiknya yang ‘akhwat’ or yang ‘ikhwan’ nih?

  7. 8 Prasetyo Muchlas 26 April, 2009 pukul 7:54 am

    Assalamu’alaikum, apa kabar ukhti? lagi sibuk kerja praktek ya..
    udah lama ga nulis di blog ^^

    iya nih…hiatus dulu utnuk sementara…very…very..busy…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Pengunjung Kelas

  • 9,581

Pelajaran Favorit

Arsip Kelas

Kategori


ayo pake jilbabnya

Portalnya Keluarga Bahagia

Jadwal Kajian Salaf

blog-nya musafir kecil



"Indonesians’

%d blogger menyukai ini: